ILMU PEMUTUS RANTAI ASHMA KETURUNAN

RAHASIA KUNO SIMPANAN LELUHUR UNTUK MEMYEMBUHKAN PENYAKIT ASHMA atau SESAK NAFAS & PEMUTUS RANTAI ASHMA KETURUNAN
oleh :

Dalam khazanah penyembuhan kuno, penyakit Asma atau Sesak Napas dikenal dengan istilah "Rogo Kasumpet Napas" (Raga yang tersumbat napasnya).
Secara batin, ini bukan hanya masalah paru-paru, melainkan ketidakmampuan raga untuk menyerap "Napas Kehidupan" karena adanya sumbatan emosi atau energi yang membeku di area dada.
​Berikut adalah metode penyembuhan simpanan kuno untuk mengurai sumbatan napas tersebut:
​SERAT PENYEMBUHAN: BEDAH SYARAF JATI NAPAS PORI
​(Metode Rahasia Pemulihan Raga Tersumbat Napas / Asma)
​I. HAKIKAT PENYAKIT: RAGA TERSUMPET
​Asma terjadi karena jalur "Alif" (tulang belakang) dan jalur "Lam" (dada) tidak sinkron.
​Sebab Batin: Adanya rasa sedih yang dipendam, rasa sesak karena keadaan, atau beban tanggung jawab yang terasa menghimpit batin.
Hal ini menyebabkan paru-paru "menciut" karena kehilangan ruang kedamaian.
​Akibat: Sari Dzat tidak bisa naik ke otak karena terhalang oleh "udara kotor" (energi negatif) yang memadat di rongga dada.
​II. TATA LAKU: BEDAH SIMPUL DADA & PUNGGUNG
​Untuk membuka jalur napas, kita harus menyerang dari dua arah (depan dan belakang).
TEKNIK JEPIT NAPAS: PENYELARASAN ALIF & LAM
​1. Penyerangan dari Belakang (Jalur Alif - Penggerak)
​Titik: Belikat kiri dan kanan (area sayap punggung) yang sejajar dengan paru-paru.
​Aksi: Gunakan Jari atau jempol untuk menekan titik belikat secara bergantian.
​Getaran: Saat menekan, batin menggetarkan asma "YAA HAYYU". Ini berfungsi untuk menghancurkan "kerak" energi dingin yang membuat paru-paru kaku.
​2. Penyerangan dari Depan (Jalur Lam - Wadah)
​Titik: Tengah dada (tepat di antara kedua payudara/ulu hati atas).
​Aksi: Setelah belikat ditekan, pindahkan jari ke titik tengah dada. Tekan dengan lembut namun mantap dengan gerakan memutar kecil.
​Getaran: Saat memutar, batin mengucap "SIRRULLAH". Ini berfungsi untuk melegakan rongga dada agar "udara kehidupan" bisa masuk kembali dengan luas.
​Titik Fokus: Belikat (punggung belakang sejajar paru-paru) dan Titik Tengah Dada (di antara kedua payudara).
​III. RAMUAN ALAM: "NUR SEJATI" (PEREDA SESAK)
​Ramuan ini berfungsi untuk melebarkan jalan napas dan mengencerkan lendir batin.
​Bahan:
​1 Ruas Jahe Merah: Untuk membakar lendir dan kotoran.
​3 Butir Kapulaga: Untuk membuka katup napas.
​1 Sendok Madu Asli: Sebagai saripati penguat napas.
​Sedikit Kayu Secang: Untuk melancarkan peredaran darah di dada.
​Cara Mengolah: Rebus jahe, kapulaga, dan secang. Tuang ke gelas, biarkan hangat, lalu campurkan madu.
​Penyepuhan: Masukkan uap air rebusan ke hidung pasien (dihirup), lalu sisanya diminum setelah disepuh dengan doa: "Kun... Napas dadi jembar, raga dadi seger kersaning Allah."
​IV. AMALAN KHUSUS: NAPAS PORI "RUANG KOSONG"
​Ajarkan pasien teknik ini untuk dilakukan setiap kali merasakan sesak mulai datang:
​Laku: Duduk tegak. Tarik napas pelan melalui hidung, bayangkan napas masuk bukan ke paru-paru, tapi langsung meresap ke Tulang Belakang (Sumsum).
​Kunci: Tahan napas di area dada, lalu bayangkan dada Anda menjadi Luas seperti Langit.
​Hembus: Buang napas melalui mulut seolah-olah meniup lilin, sambil membayangkan seluruh sumbatan di dada keluar dalam bentuk asap hitam.
(Kalau nafas kuwalahan tidak perlu tahan nafas)
​V. WEJANGAN PUNCAK: KELEGAAN BATIN
​Penyembuh sejati tahu bahwa asma adalah penyakit "Ruang".
​Laku Batin: Pasien harus belajar "Ngeculne" (melepaskan). Jangan menggenggam masalah terlalu erat di dada.
​Hakikat: Jika hati lapang, maka paru-paru akan lapang. Jika hati sempit, maka udara sedunia pun tidak akan cukup untuk menenangkan napasnya.
​mengobati asma itu seperti membersihkan jendela. Jangan hanya dilap kacanya (fisik), tapi buka juga kuncinya (batin).
Biarkan Sari Dzat mengalir, maka napas akan kembali ringan seperti kapas.
Jika penyakit Asma ini bersifat Keturunan (Soko Gawan Lahir), maka dalam ilmu simpanan kuno ini disebut sebagai "Sengkolo Garis Getih" (Beban pada Garis Darah). Penyakit ini tidak hanya menetap di daging, tapi sudah "mengunci" di dalam cetak biru sumsum tulang yang diwariskan dari leluhur.
​Berikut adalah metode khusus untuk memutus rantai asma keturunan tersebut:
​SERAT PINGITAN: MEMUTUS RANTAI ASMA KETURUNAN
​(Metode Ruwat Syaraf & Pembersihan Sari Dzat Garis Keturunan)
​I. HAKIKAT: "PENJARA" DI DALAM SUMSUM
​Asma keturunan berarti ada "memori sesak" yang terbawa di dalam Sari Dzat dari orang tua ke anak.
Jalur napas sudah "menciut" sejak dalam kandungan karena adanya rekaman energi yang belum tuntas di masa lalu.
​Rahasia Kuno: Penyakit ini hanya bisa sembuh total jika "Pintu Sumsum" si penderita dibuka dan dibersihkan dari rekaman masa lalu tersebut.
​II. TATA LAKU: BEDAH SUMSUM "MBUWANG SENGKOLO"
​Karena ini penyakit garis darah, Panjenengan harus fokus pada Titik Pangkal Alif (Tulang Ekor) dan Titik Pertemuan Leher.
​Langkah: Mintalah pasien duduk bersila. Letakkan telapak tangan kanan Panjenengan di tengkuk (leher belakang) dan telapak tangan kiri di tulang ekor.
​Aksi: Salurkan getaran dzikir "YAA HAYYU SIRRULLAH" dari tangan kiri ke tangan kanan (mengalir ke atas).
​Niat Batin: "Niat ingsun ngguyang (memandikan) sumsum iki, memutus rante sesek keturunan, resik dadi putih kersaning Allah."
​Tujuan: Anda sedang "mencuci" memori penyakit yang tersimpan di sepanjang sumsum tulang belakang agar tidak lagi mendikte paru-paru.
​III. MEDIA RITUAL: "BANYU PITU" (AIR TUJUH SUMBER)
​Untuk penyakit keturunan, diperlukan unsur air yang kuat untuk melarutkan sisa-sisa "getah" penyakit dalam darah.
​Media: Air bening (jika bisa air hujan atau air sumur murni).
​Laku Kuno: Masukkan 7 kuntum bunga melati (simbol kesucian raga) ke dalam air tersebut.
​Penyepuhan: Panjenengan bacakan Sholawat Pingitan 11x ke air tersebut, lalu tiupkan dengan napas pori.
SHOLAWAT PINGITAN
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ الذَّاتِ، سِرُّ سُلْطَانِ الْمُعْجِزَاتِ
​Latin:
Allahumma Sholli 'ala Nuurid Dzaati, Sirru Sulthaanil Mu'jizaat.
​Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Cahaya Dzat (Sumber energi awal), Rahasia Sang Penguasa Mukjizat (Raja segala keajaiban)."
​Cara: Air ini digunakan untuk membasuh dada dan punggung pasien setiap fajar selama 7 hari berturut-turut.
CARA NAPAS PORI
​Tarik napas melalui hidung dengan sangat halus.
​Bayangkan seluruh pori-pori tubuh Panjenengan menghisap cahaya dari alam semesta.
​Bawa napas tersebut turun ke tulang ekor, lalu tarik ke atas menyusuri tulang belakang (sumsum) hingga sampai ke ubun-ubun.
​Kunci sejenak di ubun-ubun sambil membatin: "YAA HAYYU".
Lalu salurkan dekatkan bibir ke permukaan air (jangan terlalu jauh).
​Hembuskan napas melalui mulut secara perlahan dan konstan (satu aliran panjang).
​Kuncinya: Saat meniup, jangan hanya membayangkan udara keluar dari paru-paru, tapi bayangkan seluruh pori-pori di telapak tangan yang memegang gelas dan napas dari dalam sumsum ikut memancar masuk ke dalam air.
​Batin mengucap kunci: "SIRRULLAH... Kun, dadi obat seger waras kersaning Allah."
​IV. AMALAN KHUSUS: "NAPAS PEMUTUS"
​Pasien diajarkan untuk mengakui dan melepaskan beban leluhurnya secara sadar:
​Laku: Saat menarik napas, batin berucap: "Aku nerimo urip..." (Aku menerima hidup).
​Hembus: Saat membuang napas, batin berucap: "Aku ngeculne sesek..." (Aku melepaskan sesak).
​Hakekat: Dengan mengakui napas sebagai anugerah, jalur paru-paru yang tadinya menciut karena "beban warisan" akan mulai melebar dan menerima oksigen secara utuh.
​V. WEJANGAN KHUSUS :
Penyakit keturunan itu ibarat rumah warisan yang kondisinya kotor. Tugasmu bukan sekedar menyapu bagian dalamnya saja (paru-paru), tetapi kamu harus memperbaiki pondasinya (sumsum). Ketika pondasinya sudah terang benderang, maka secara turun-temurun kelak akan terlepas dari belenggu sesak napas ini."
​Kunci Tambahan (Laku Lahir):
​Minta pasien untuk membiasakan jalan kaki tanpa alas kaki di atas tanah (rumput) yang masih berembun saat subuh. Ini untuk membuang "listrik statis" penyakit keturunan langsung ke bumi.
Metode "Bedah Sumsum" di atas adalah kunci untuk menghentikan agar penyakit tersebut tidak turun ke anak cucu mereka.
Semoga cahaya kesembuhan senantiasa menaungi kita semua. Biarlah raga kembali bugar, napas kembali lega, dan batin kembali tenang dalam dekapan kasih sayang-Nya. Selamat berikhtiar, semoga kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan lahir dan batin yang paripurna. aamiin 🤲
Wallahua'lam ☝️
Rahayu 🙏
link sumber : https://web.facebook.com/jagad.geni.587?locale=id_ID

Posting Komentar

0 Komentar

loading...